Translate

Kamis, 28 Maret 2013

PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS DAN FILTER GLOBALISASI


Oleh:
Agit Yogi Subandi

 

Thomas L. Friedman[1], seorang jurnalis, menyebut dua dimensi dalam pengertiannya mengenai Globalisasi. Pertama dimensi ideologi dan yang kedua dimensi teknologi. Dimensi ideologi diartikan sebagai sebuah pemahaman atas kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah informasi yang membuat dunia seperti tak memiliki jarak.


Pancasila
Istilah globalisasi, sebenarnya sudah sejak lama muncul, di sekitar tahun 1980-an. Tetapi istilah itu menjadi sangat tenar akhir-akhir ini dan kehadirannya terasa di lingkungan kita. Hal itu disebabkan karena adanya persiapan yang dilakukan oleh pemerintah, baik dari pidato Presiden, visi misi sekolah menengah umum, dan obrolan sehari-hari. Globalisasi menjadi tantangan tersendiri yang dielu-elukan oleh masyarakat untuk menyingkap tirai pembatas geografis antar negara untuk pergaulan yang lebih luas lagi (pergaulan ini juga menjadi salah satu butir dalam pengamalan Pancasila[2]), oleh sebab itu pemerintah menjadikannya sebuah tantangan bagi masyarakat Indonesia.

Untuk mempersiapkan menuju globalisasi itu, maka pemerintah dengan visi-misi-nya, mengadakan pembangunan di setiap bidang. Pembangunan ini tentu akan menelan banyak biaya, sehingga merasa perlu untuk mengundang pihak asing untuk berinvestasi di negeri kita tercinta ini. Memang tak bisa dielakkan lagi bahwa ada dampak negatif dan dampak positifnya. Contohnya bisa kita lihat perkembangan penjualan buku-buku impor, alat-alat industri dan kebutuhan akan bahan baku untuk diproduksi.

Wujud konkrit dari persiapan itu adalah berdirinya perusahaan asing di Indonesia, mereka mencoba memenuhi kebutuhan permintaan pasar dunia dan pasar domestik serta pembangunan di negeri ini. Di bidang farmasi berdiri perusahaan yang kedudukannya penting bagi farmasi di Indonesia, seperti: Sanofi Aventis, Pfizer Indonesia, Bayer Indonesia,  Otsuka, Dan Sebagainya[3].

Di bidang Migas, yaitu: Chevron (Perusahaan minyak Amerika yang memproduksi 35 persen dari total produksi Indonesia. Beroperasi di lapangan Duri di Riau sejak tahun 1952, lalu dua blok yang dimiliki oleh Chevron adalah di Sumatera, Rokan dan Siak, telah menjadi blok dengan produksi minyak terbesar di Indonesia), Total (Perusahaan migas asal Prancis, beroperasi di blok Mahakam di Kalimantan Timur dengan anak usahanya yaitu Total E&P Indonesie), ConocoPhillips (Perusahaan Amerika, beroperasi di Natuna Sea Block B, Kuma dan Laut Arafuru), dan lain sebagainya . Belum lagi di bidang makanan, elektronik, serta impor yang seharusnya bisa ditangani sendiri oleh negara ini[4]. Belum lagi permasalahan rokok yang masih mengundang perdebatan di dunia[5].

Berarti terbukti pengertian dimensi yang dikatakan Friedman tersebut. Penggambaran situasi perindustrian di Indonesia telah berada di arah kapitalisme[6] dan pasar bebas. Pasar bebas memang bisa menanggulangi sempitnya sasaran konsumen, dan globalisasi membuatnya semakin luas. Tapi tentu pasar bebas tidak akan terjadi jika tidak ada pengetahuan sebelumnya, maka pemahaman tentang kapitalisme juga telah diajarkan sejak dulu, dan hal ini akan berkaitan dengan neoliberalisme yang pernah menjadi perdebatan di kalangan masyarakat ketika Budiono digandeng oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono[7].

Menurut yang dilansir Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas[8], Neoliberalisme atau neoliberal mengacu pada filosofi ekonomi-politik akhir-abad keduapuluhan, yang merupakan redefinisi dari liberalisme klasik yang dipengaruhi oleh teori perekonomian neoklasik untuk mengurangi atau menolak penghambatan oleh pemerintah dalam ekonomi domestik karena akan mengarah pada penciptaan Distorsi[9] dan High Cost Economy[10] yang kemudian akan berujung pada tindakan koruptif[11]. Dalam penjabaran di situs itu, Paham ini memfokuskan pada pasar bebas dan perdagangan bebas serta merobohkan hambatan untuk perdagangan internasional juga investasi agar semua negara bisa mendapatkan keuntungan dari meningkatkan standar hidup masyarakat atau rakyat sebuah negara dan modernisasi melalui peningkatan efisiensi perdagangan dan mengalirnya investasi.

Berarti globalisasi adalah alasan mengapa neoliberalisme ada. Jika diibaratkan, globalisasi itu seperti sebuah ruang tamu yang kosong, dan neoliberalisme adalah style atau tata ruang. Dan kita harus tau, bahwa sistem ini juga menguntungkan bagi pembangunan negara ini, tetapi tidak ada batasan antara negara lain dengan negara kita, terutama negara pemilik modal, dan jika dilihat keuntungan yang kita dapat, itu sangat dikit, karena tergantung pembagian hasil kedua negara pemilik modal dan negara kita.

Para Globalis, seperti yang dilansir Wikipedia Berbahasa Indonesia, percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. Sementara kaum tradisionalis, tidak percaya akan hal ini, mereka lebih percaya bahwa yang terjadi saat ini, adalah lanjutan dari merebaknya kapitalisme. Tetapi kaum transformasionalis memiliki pendapat yang berbeda dari keduanya, tapi meraka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Mereka berpendapat, seharusnya globalisasi dianggap sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung".

Dalam hal teknologi informasi, memang nyata di depan mata kita, bahwasannya pengetahuan tentang dunia, semakin tak berjarak. Tetapi kita jadi tidak bisa menyaringnya, mana yang baik untuk kita dan mana yang tidak baik untuk kita. Secara kultural, negeri kita menjadi banyak hal yang baru, misalkan saja budaya Punk[12]. Budaya Punk yang digandrungi sebagian anak-anak muda itu, sebenarnya sebuah perkumpulan yang anti kemapanan, mereka menentang bentuk-bentuk kapitalis yang ada di London dan Amerika di abad 20. Budaya anak muda ini adalah budaya counter atau budaya perlawanan. Tapi di sini, bukanlah itu yang ditangkap, melainkan style. Jika kita memahaminya sebagai budaya, maka itu akan disesuikan ke budaya kita, tapi jika itu style, maka yang terjadi, adalah peniruan bentuk belaka. Sebagai contoh, anak muda kita tak segan-segan mengambil gaya rambut, pakaian dan apa yang mereka lakukan, tanpa mempertimbangkan resiko dan efeknya.

Melihat penggambaran itu, maka itu masuk ke dalam ciri yang dituliskan oleh laman di Wikipedia[13], ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan adalah Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional, penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism) dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya, Berkembangnya turisme dan pariwisata, semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain, berkembangnya mode yang berskala global (seperti pakaian, film dan lain lain), bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA, Persaingan bebas dalam bidang ekonomi, dan meningkakan interaksi budaya antar negara melalui perkembangan media massa dan jejaring sosial.

Jika informasi itu membentuk semacam kebudayaan baru bagi sebagian manusia di Indonesia, maka persiapan yang harus dilakukan adalah penguatan identitas akan negara, bangsa, dan individual. Teknologi adalah alat untuk mempermudah kita melakukan sesuatu hal. Internet, komputer adalah semacam alat untuk mempermudah pekerjaan kita, benda-benda itu bukanlah style atau sebuah trend.

Kesadaran Sejarah
Pengetahuan akan sejarah penting untuk memilah mana yang baik dan mana yang buruk untuk negara kita. Karena sejarah akan mengajarkan kita bagaimana kita seharusnya berbuat ntuk masa depan. Makanya Presiden Pertama RI, Sukarno,  selalu mengeluarkan akronim “Jasmerah” yang berarti “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Tapi kita seolah tidak paham dengan hal itu, karena memang sejarah yang ada di dalam diri kita, seperti dipelintir oleh seseorang berdasarkan kepentingan-kepentingan tertentu.

Pada saat ini, kesadaran sejarah penting sekali untuk membangun bangsa kita. Sejarah yang sama dan menyeluruh, tidak lagi ditemukan benar atau salah, tepat atau tidak tepat. Yang ada hanyalah saling melengkapi dan memberi pengetahuan tentang sejarah negeri ini. Karena menurut Dr. Juraid Abdul Latief, M. Hum, dalam bukunya Manusia, Filsafat dan Sejarah, tentang Kesadaran Sejarah (hal. 10), ia menyatakan bahwa kesadaran sejarah akan memperlihatkan manusia tentang situasinya menjadi jauh lebih terbuka terhadap pemahaman rasionalnya, memperlihatkan kepada manusia atau dirinya telah memahami dirinya telah berkembang atau tidak serta memungkinkan dirinya bertindak secara berani dalam kaitan dengan proses berlangsungnya berbagai kejadian sebelumnya. Jadi mengetahui situasi historis akan membuat kita mengerti dan memahami kekinian.

Sikap batin individu-individu di dalam sebuah bangsa atau negara, akan berbeda ketika mengetahui sejarah negaranya, bangsa, dan dirinya. Oleh sebab itu, kesadaran sejarah, akan membuat suatu negara, bangsa dan individu di dalamnya mengubah dirinya dalam hubungan antar objek-objek tersebut, baik itu manusia terhadap negaranya, manusia terhadap bangsanya, dan manusia terhadap dirinya. Tentu akan menjadi lebih arif dan bijaksana dalam menentukan langkah apa yang baik untuk kesemuanya itu. Sejarah akan memberikan penjelasan kepada diri setiap negara, bangsa dan manusia, tentang siapa sesungguhnya dirinya. Sebab sejarah menentukan identitas yang sangat bisa diterima.

Misalkan, dalam tradisi islam, keturunan akan sangat berharga. Di jawa juga begitu, keturunan priyayi akan sangat diperhitungkan, karena menurut ilmu biologi, gen-gen di dalam diri kita ini bergantung kepada gen-gen[14] sebelumnya. Maka baik buruknya negara kita, bergantung pada sejarahnya. Jika sejarahanya saja simpang siur, bagaimana kita akan mengenal dan menentukan diri kita untuk berbuat apa.

Lihat saja negara-negara yang maju sekarang ini, saya yakin sekali, bahwa mereka mengerti sekali sejarah negeri dan bangsanya. Contohnya negara Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Jerman. Oleh sebab itu, mereka percaya diri, dan bagi kita yang telah mengetahui sejarah bangsanya juga akan menghargai perjuangan nenek moyangnya. Kesimpulannya sejarah itu penting untuk menguatkan identitas kita juga, baik sebagai negara, bangsa, dan individu.

Identitas berasal dari kata identity yang berarti ciri, tanda, jatidiri yang melekat pada seseorang, kelompok, atau sesuatu sehingga membedakannya dengan yang lain. Maka identity dapat memiliki dua arti, pertama, identitas atau jatidiri yang menunjuk pada ciri-ciri yang melekat pada diri seseorang, dan kedua, identitas atau jatidiri dapat berupa surat keterangan yang dapat menjelaskan pribadi seseorang dan riwayat hidup seseorang. Jika kita lekatkan dengan kata nasional, maka Identitas Nasional diartikan sebagai kepribadian nasional atau jatidiri nasional. Maka identitas nasional adalah jatidiri yang dimiliki oleh suatu bangsa.

PANCASILA SEBAGAI FILTER
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, sesungguhnya menghendaki pergaulan yang luas, tetapi juga menginginkan bersatunya rakyat Indonesia dalam segala hal, seperti halnya dalam lingkup keluarga. Jika keluarga itu kompak, maka kita sebagai teman yang berkunjung ke rumahnya, akan segan dan hormat kepada keluarga itu. Karena teman kita itu tentu akan mengutamakan keluarganya terlebih dahulu ketimbang kepentingannya pribadi. Begitulah seharusnya kita, kita harus bisa memilah-milah kepentingan-kepentingan itu.

Dalam sebuah buku Jaendjri M. Gaffar, Demokrasi Konstitusional (Hal. 16), berpendapat  seperti ini dalam salah satu bab-nya, Pancasila, dibuat oleh Sukarno, sebagai sesuatu yang fundamen, filsafat, pikiran-pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa hasrat yang sedalam-dalamnya untuk mendirikan bangunan Indonesia merdeka. Sementara Hatta memposisikan pancasila sebagai ideologi negara yang membimbing politik negara dan hukum tata negara Indonesia. Ini disebut juga oleh Yudi Latif (2011) yang menyatakan sebagai basis moralitas dan haluan kebangsaan-kenegaraan. Ia juga menyatakan bahwa secara filsafat, Pancasila memiliki landasan Ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Dan jika semua dijalankan akan menuju peradaban Negara yang paripurna dan sulit sekali ideologi negara-negara yang hendak ‘mengangkangi’ Indonesia, untuk masuk dan mengatur-atur negara ini.

Intinya adalah menjadi tuan di negeri sendiri, di rumah sendiri. Pancasila menghendaki hal semacam itu. Misalkan kita ambil salah satu contoh konkrit sebuah tindakan seorang pemimpin, kita ambil sampel Hugo Chaves, pemimpin Venezuela. Rakyatnya menjuluki Sang Legenda bagi rakyat miskin.

Perjuangan Chaves dibuktikan selama 14 tahun ia menjabat pemimpin Venezuela, ia berhasil mengentaskan orang miskin di atas 75 persen dan membebaskan mereka dari buta huruf. Tidak hanya itu, ia juga telah membuatkan rakyatnya perumahan layak huni, dan ini dianggap andalan Chaves untuk menyingkirkan saingannya dalam pemilu. Menurut Arif Sumantri Harahap, mantan pejabat politik KBRI Caracas, yang saya petik dari opininya di koran Kompas, 7 Maret 2013, Chaves memanfaatkan minyak sebagai senjata dalam berdiplomasi[15] agar tidak tunduk kepada ideologi, militer, dan kebijakan negara adidaya, Amerika Serikat (AS).

Senjata itu memang berhasil, dan terbukti dengan sumber minyak itu, negara ini mampu membuat AS sedikit kewalahan, dan tak mampu menguasai negara itu. Selain itu juga, Chaves mampu membuat rakyatnya perlahan makmur dari minyak untuk sandang, dan papan rakyatnya. Sumber daya alam yang ada diolah pemerintah hingga sedemikian rupa untuk kepentingan bersama, atau bersama-sama berpikir dan bekerja untuk mengolah sumber daya alam yang ada untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tindakan ini juga diikuti oleh para Pemimpin negara di Amerika Latin, dan Chaves mendukung mereka. Belum lagi untuk sumbangan bencana alam untuk Aceh, dan beberapa negara yang tertimpa bencana alam lainnya. Leganda Chaves ini, sesungguhnya mengajak kita untuk merefleksikan sejarah bangsa dan kekayaan alam di dalamnya, di era globalisasi yang kian merebak ini.

Tindakan tersebut di atas, telah mengamalkan sekian banyak butir di dalam Pancasila. Misalnya dari Sila ketiga Pancasila yaitu, Persatuan Indonesia. Bagaimana seharusnya kita di tengah arus globalisasi ini? Maka jawabannya tidak lain adalah kembalilah kepada prinsip kita sebagai negara dan pancasila. Revitalisasi Pancasila perlu untuk mengembalikan kita kepada nasib dan takdir kita sebagai bangsa, baik itu sebagai cara berpikir, mengambil keputusan dan bertindak. Pendidikan mengenai dasar negara kita itu, perlu ditingkatkan lagi, sehingga pengetahuan kita tentang itu bertambah, bisa dimengerti dan dapat dipahami. Kita harus mengetahui dan paham dasar negara kita sendiri, agar dapat menyaring ideologi-ideologi yang masuk ke negeri kita ini, dan Pancasila bisa menjadi pisau kritik bagi kita kepada pemerintah yang tidak menjalankan negara ini sebagaimana yang terkandung di dalam Pancasila.

Jan Aart Scholte membagi-bagi definisi globalisasi dalam berbagai hal: pertama dalam kaitannya dengan Internasionalisasi yang Globalisasi dan diartikan untuk meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain. Kedua, dalam hal Liberalisasi, diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi. Ketiga, universalisasi, digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia. Keempat, westernisasi sebagai satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal. Dan yang terakhir, kelima, hubungan transplanetari dan suprateritorialitas, yang berarti  dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.

Globalisasi juga menjadi perlu, tapi tidak semua harus ditiru. Kita harus bisa memilah, sekali lagi, mana yang baik buat kita dan negara kita. Misalnya cara belajar orang barat, juga perlu kita pelajari, sebab di sana para ilmuwan banyak bermunculan. Tetapi jangan lupa, kita tetaplah orang timur, banyak juga orang timur yang lebih tinggi dari mereka, dan orang-orang barat banyak juga terinspirasi dengan para ilmuwan timur, yang lebih mengutamakan adab dalam belajar dan saling menghormati antar sesama teman, dan yang lebih tua dari kita.

Jika diamati, globalisasi adalah semacam alat bagi paham neoliberalisme untuk menegakkan kaki kaum pemilik modal untuk meraup keuntungan, dan hal ini akan membuat yang kaya semakin kaya, dan yang miskin terus dihisap. Neoliberalisme, melalui globalisasi, seperti hendak mengajarkan budaya konsumtif dan menekan daya kritis individu dalam menghadapi kehidupannya sendiri. Oleh sebab itu, jadikan Pancasila sebagai pisau bagi kita sebagai rakyat dan pemilik sah negeri ini, untuk mengkritisi ideologi-ideologi yang merasuk lewat pintu pemerintah. Kita patut curiga, kita patut juga protes terhadap kebijakan yang ada. Tentunya dengan dasar-dasar yang jelas pula dan tidak ngawur. Oleh sebab itu, Pancasila perlu kita pelajari dan pahami lagi untuk kehidupan dan identitas nasional kita, baik sebagai individu, suku bangsa, dan negara.

REFERENSI

Buku:
Gaffar, Janedjri M., 2012. Demokrasi Konstitusional. Konpress, Jakarta.

Latief, Juraid Abdul, 2006. Manusia, Filsafat dan Sejarah. Bumi Aksara, Jakarta.

Media Cetak:
Harahap, Arif Sumantri. Kamis, 7 Maret 2013. In Memoriam Hugo Chavez. Kompas, hal. 7.

Kompas. Kamis, 7 Maret 2013. Berani Menantang Ketidakadilan. Hal. 8

Situs:
  1. Wikipedia Berbahasa Indonesia: http://id.wikipedia.org/wiki/ 
  1. Blog Ayahsafa: http://ayahsafa.blogspot.com/2012/05/10-besar-perusahaan-farmasi-asing-di.html
  1. Situs berita Online Merdeka: http://www.merdeka.com/uang/5-perusahaan-asing-yang-kuasai-migas-indonesia/exxonmobil.html
  1. Situs berita Bisnis:http://m.bisnis.com/articles/rokok-kretek-as-belum-cabut-larangan-impor
  1. Situs Skyscrapercity: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=877926
Endnote:

[1] Thomas L. Friedman Lauren (lahir 20 Juli 1953) adalah seorang jurnalis, kolumnis dan penulis Amerika. Dia menulis kolom dua kali seminggu untuk The New York Times. Dia telah banyak menulis tentang urusan luar negeri, termasuk perdagangan global, Timur Tengah, globalisasi, dan isu-isu lingkungan dan telah memenangkan Hadiah Pulitzer tiga kali.

[2] Baca di situs Wikipedia Berbahasa Indonesia, tentang Butir-Butir Pengamalan Pancasila: http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila

[3] Baca tentang 10 besar Perusahaan Farmasi Asing di Indonesia, di situs:  http://ayahsafa.blogspot.com/2012/05/10-besar-perusahaan-farmasi-asing-di.html

[4] Baca juga berita dari Merdeka.com yang membahas mengenai 5 perusahaan asing yang kuasai Migas Indonesia, di:  http://www.merdeka.com/uang/5-perusahaan-asing-yang-kuasai-migas-indonesia/exxonmobil.html

[5] Baca menganai AS belum cabut larangan impor: http://m.bisnis.com/articles/rokok-kretek-as-belum-cabut-larangan-impor

[6] Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untung kepentingan-kepentingan pribadi. Selengkapnya baca di Situs Wikipedia Berbahasa Indonesia, tentang kapitalisme: http://id.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme

[7] Baca tulisan Revrisond Baswir, mengani Neoliberalisme, di situs Skscrapercity: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=877926

[8] Baca artikel tentang Neoliberalisme: http://id.wikipedia.org/wiki/Neoliberalisme

[9] Distorsi (ekonomi) (atau ketidaksempurnaan pasar) adalah yang membuat kondisi ekonomi ketidak efisien sehingga mengganggu agen ekonomi dalam memaksimalkan kesejahteraan sosial dalam rangka memaksimalkan kesejahteraan mereka sendiri.

[10] Diartikan sebagai Ekonomi berbiaya tinggi (Bahasa Inggris: high cost economy) adalah dihasilkan oleh praktik ekonomi yang ilegal yang memainkan peran penting dalam membantu mempercepat tekanan inflasi, selain sebagai penghambat faktor fundamental seperti nilai tukar rupiah dan persediaan barang dan uang, ekonomi berbiaya tinggi memiliki kelebihan besar biaya dibandingkan dengan lainnya yang sebenarnya kecenderungan ini terjadi dalam merupakan hambatan tinggi untuk masuknya industri di mana masalah biaya menonjol dan dalam penciptaan skala ekonomi yang besar dalam kaitannya dengan ukuran pasar modern air bersih, energi, telekomunikasi dan listrik adalah sangat mahal untuk membangun jaringan transmisi (jaringan pipa air, gas, listrik dan saluran telepon).

[11] Menurut yang tertulis di Wikipedia, Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

[12] Menurut pembahasan di Wikipedia, Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir pada awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

[13] Baca menganai Globalisasi dengan subjudul Globalisasi Kebudayaan: http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi#cite_note-1

[14] Gen adalah Genealogi yang berarti kajian tentang keluarga dan penelusuran jalur keturunan serta sejarahnya. Ahli genealogi menggunakan berita dari mulut ke mulut, catatan sejarah, analisis genetik, serta rekaman lain untuk mendapatkan informasi mengenai suatu keluarga dan menunjukkan kekerabatan dan silsilah dari anggota-anggotanya. Hasilnya sering ditampilkan dalam bentuk bagan (disebut bagan silsilah) atau ditulis dalam bentuk narasi. Beberapa ahli membedakan antara genealogi dan sejarah keluarga dan membatasi genealogi hanya pada hubungan perkerabatan, sedangkan "sejarah keluarga" merujuk pada penyediaan detail tambahan mengenai kehidupan dan konteks sejarah keluarga tersebut. Sumber Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Genealogi


[15] Menurut laporan wartawan berdikarionline.com, yang mereka kutip dari laporan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyebutkan bahwa, sebuah data terbaru melaporkan, pada tahun 2010 cadangan minyak mentah Venezuela mencapai 296.5 milyar barel atau naik 40,4%. Angka itu lebih tinggi dibanding cadangan minyak yang dipunyai Arab Saudi yang mencapai 264 juta barel.

Rabu, 20 Maret 2013

Biografi Bob Dylan dan Lagu-lagunya

Posting kali ini adalah mengenai musisi yang lirik-lirik lagunya dianggap puisi oleh para kritikus di Amerika. Dia adalah Bob Dylan (terlahir sebagai Robert Allen Zimmerman lahir di Duluth, Minnesota, Amerika Serikat, 24 Mei 1941; umur 71 tahun) adalah seorang penyanyi-penulis lagu, musikus dan penyair Amerika yang sumbangannya terhadap musik Amerika bertahan lama dan dapat dibandingkan, dalam kemasyhuran dan pengaruhnya, dengan karya-karya Stephen Foster, Irving Berlin, Woody Guthrie, Bruce Springsteen, dan Hank Williams. Tempatnya dalam budaya Amerika dan Eropa pada sepertiga terakhir dari abad ke-20 hingga sekarang memang unik.

Menurut situs Wikipedia Berbahasa Indonesia, banyak dari karya terbaik Dylan berasal dari tahun 1960-an, ketika ia menjadi dokumentarian dan tokoh pergolakan Amerika. Sebagian dari lagu-lagunya, seperti "Blowin' in the Wind" dan "The Times They Are A-Changin'", menjadi "lagu kebangsaan" dari gerakan anti perang dan gerakan hak-hak sipil. Dylan tetap merupakan seniman yang populer dan berpengaruh. Albumnya yang terbaru memuat lagu-lagu baru, "Love and Theft", menduduki tempat ke-5 pada tangga lagu-lagu terpoluer di AS dan ke-3 di Britania. majalah musik Rolling Stone pernah menempatkan Bob dylan dalam urutan kedua di jajaran "Greatest Artists of All Time". Dylan hanya kalah satu tingkat tepat dibawah The Beatles,padahal sejatinya band yang dipimpin Jhon dan Paul ini termasuk band yang terinfluence gaya bermusik Dylan dan sering mendengarkan lagu - lagu milik Dylan. tentu saja penghargaan dari media musik tersebut berkaitan dengan fakta bahwa perjuangan dan dedikasi Bob Dylan di dunia musik sudah sangat panjang serta mengagumkan. dia adalah musisi mulltidimensional, penyanyi, penulis lagu, sastrawan, dan disc jockey. Dylan bahkan berhasil memprovokasi lahirnya sejumlah genre dalam musik pop, termasuk folk-rock dan country-rock. seperti halnya beatles, Dylan mencampur berbagai jenis musik sehingga hasilnya lebih enak di dengar, dia adalah vokalis yang sangat berpengaruh sekaligus musisi yang memiliki begitu banyak karakter melalui suaranya. namu, yang paling mengesankan adalah bagaimana dia dipengaruhi oleh kehidupan yang penuh perubahan.

Jika ingin mendengarkan lagu-lagu Bob Dylan, bisa anda download di bawah ini:

  1. Bob Dylan - Forever Young.Mp3
  2. Bob Dylan - It Ain't Me Baby.Mp3
  3. Bob Dylan - It's All Over Now, Baby Blue.Mp3
  4. Bob Dylan - Knockin On Heavens Door.Mp3





Selasa, 19 Maret 2013

Li-Young Lee Poem - The Sacrifice

English | Indonesia |






We come to each other
exactly at the center,
the spine of ample fire, and suffer
to be revised.
Stay with me.

Weren't we promised
the sheer flame, bright change
so clean even our clothes wouldn't smell of smoke,
not one hair of our heads would be singed?
Yet, just now, didn't the tongues slip
loose and hot about my neck?
Stay close now.

The sound is like a rustling coming from chambers.
someone sifting through thousands
of pages, the histories of rapture,
looking for a happy ending.
The sound is like the sea,
which is very far away.
Are you scared?

There are many things
which are far from us now.
Try to recall a few of them:
the iron in the bath water
that made you taste of rust.
The rabbit screaming in the night,
its innards strewn

on the stoop like prophesy.
Can you hear me? Say something.
Tell me what you remember of our life.
The torn dress you threw away,
a piece of which I rescued and used as a scarf.
Are you still with me? Say something.
Does this hurt very much? Are you here?


Back to Li-Young Lee Biography 



Biografi Li-young Lee






Li-yang Lee (kadang-kadang dieja pula Li-young Lee) dilahirkan di Jakarta pada tahun 1957. Ayahnya seorang dokter dan pernah menjadi dokter pribadi Mao Zedong, dan belakangan ikut mendirikan Universitas Gamaliel di Jakarta. Pada tahun 1959, dalam usia 2 tahun, orangtuanya membawanya meninggalkan Indonesia berpindah-pindah ke Hong Kong, Makau, Jepang, dan akhirnya menetap di Amerika Serikat.

Di Amerika ia belajar di Universitas Pittsburgh, Universitas Arizona, dan Universitas Negara New York di Brockport. Ia pun pernah mengajar di Universitas Northwestern dan Universitas Iowa. Lee pernah menulis sejumlah kumpulan puisi, antara lain Book of My Nights (2001), The City in Which I Love You (1990) yang terpilih dalam Lamont Poetry Selection dari Akademi Penyair Amerika untuk tahun 1990, dan Rose (1986) yang mendapatkan Hadiah Puisi Delmore Schwartz Memorial New York University tahun 1986. Memoirnya, The Winged Seed: A Remembrance (1995), mendapatkan American Book Award dari Yayasan Before Columbus.

Ia pernah mendapatkan penghargaan-penghargaan lainnya dari Dewan Kesenian Illinois, Dewan Kesenian Pennsylvania, Dana Seni Nasional, dan fellowship dari Yayasan Guggenheim. Saat ini Lee tinggal di Chicago, Illinois bersama istrinya, Donna, dan kedua anak mereka.

Pada tahun 1998 Lee mendapatkan gelar kehormatan Doctor of Humane Letters dari Universitas Negara New York di Brockport untuk kontribusinya dalam dunia puisi.

Berikut adalah puisinya yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, selamat membaca.

Puisi-Puisi

  1. Korban (Terjemahan Ahmad Yulden Erwin)




Biografi Jenderal Soedirman (1916 - 1950)



 


Biografi kali ini mengangkat tentang sosok yang gagah berani berperang melawan Belanda, yang saya unggah dari situs kolom-biografi.blogspot.com. Ia biasa dipanggil dengan nama Jendral Besar Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman), lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatarbelakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan

Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.

Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak sampai tamat. Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Kedisiplinan, jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.

Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Ketika itu, pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya. Karena sikap tegasnya itu, suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden. Jadi ia memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya, tapi karena prestasinya.

Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.

Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.

Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan. Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.

Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.

Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun.

Pada tangal 29 Januari 1950, Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.

Berikut Ini Data Lengkap Jendral Besar Soedirman:
Nama: Jenderal Sudirman
Lahir: Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916
Meninggal: Magelang, 29 Januari 1950
Dimakamkan: Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta
Agama: Islam
Pendidikan Fomal: 
  1. Sekolah Taman Siswa
  2. HIK Muhammadiyah, Solo (tidak tamat)

Pendidikan Tentara:
  • Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor

Pengalaman Pekerjaan:
  • Guru di HIS Muhammadiyah di Cilacap

Pengalaman Organisasi:
  • Kepanduan Hizbul Wathan
Jabatan di Militer:
  1. Panglima Besar TKR/TNI, dengan pangkat Jenderal
  2. Panglima Divisi V/Banyumas, dengan pangkat Kolonel
  3. Komandan Batalyon di Kroya

Tanda Penghormatan:
  • Pahlawan Pembela Kemerdekaan

Refferensi:
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Soedirman
  2. http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/sudirman/index.shtml




Senin, 18 Maret 2013

Puisi Li-Young Lee - KORBAN


English | Indonesia |




Kita telah tiba
tepat di pusat
tulang belakang yang terbakar, menderita
karena disingkirkan.
Tinggallah bersamaku.

Bukankah kita telah dijanjikan
api belaka, suatu gemilang perubahan
yang amat bersih, bahkan pakaian kita tak akan berbau rokok,
bahkan sehelai rambut di kepala kita tak akan rontok?
Namun, sekarang, bukankah lidah telah terlepas
dan panas telah merayap ke leherku?
Tetaplah di sini, Sayangku.

Suara gemerisik seperti datang dari kamar sebelah,
seseorang tengah memilah-milah ribuan
halaman, sejarah yang menggelora,
mencari akhir yang bahagia.
Seperti gemuruh laut,
yang amat jauh.
Apakah kau takut?

Sekarang, ada banyak hal
yang terasa jauh dari kita.
Cobalah untuk mengingatnya beberapa:
besi di bak mandi
yang membuat kau merasakan karat.
Jerit kelinci di malam hari,
jeroan yang berserakan

di beranda seolah tengah bernubuat.
Dapatkah kau mendengar rintihku? Katakanlah sesuatu.
Katakan apa yang kauingat dari kehidupan kita.
Gaun robekmu yang terbuang,
sepotong yang kuselamatkan dan kugunakan sebagai syal.
Apakah kau masih bersamaku? Katakanlah sesuatu.
Apakah ini membuatmu begitu menderita? Apakah kau di sini?


-----------------------------

*) Diterjemahkan oleh Ahmad Yulden Erwin, Agustus 2012



Kembali ke Biografi Li-Young Lee 


Biografi Semaun




Kali ini, saya akan memperkenalkan tokoh Semaun, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum pertama Partai Komunis Indonesia (PKI), yang dilahirkan di kota kecil Curahmalang, Mojokerto, Jawa Timur sekitar tahun 1899 dan wafat pada tahun 1971. Bagaimanakah sepak terjangnya di Indonesia semasa jaman pendudukan Belanda di Indonesia, hingga merdeka sampai masa pemerintahan Orde Baru. Baiklah kita baca artikel berikut ini yang saya unggah dari situs Wikipedia Berbahasa Indonesia. Selamat membaca.

Masa kecil
Semaun adalah anak Prawiroatmodjo, pegawai rendahan, tepatnya tukang batu, di jawatan kereta api. Meskipun bukan anak orang kaya maupun priayi, Semaoen berhasil masuk ke sekolah Tweede Klas (sekolah bumiputra kelas dua) dan memperoleh pendidikan tambahan bahasa Belanda dengan mengikuti semacam kursus sore hari. Setelah menyelesaikan sekolah dasar, ia tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Karena itu, ia kemudian bekerja di Staatsspoor (SS) Surabaya sebagai juru tulis (klerk) kecil.
Politik
Kemunculannya di panggung politik pergerakan dimulai di usia belia, 14 tahun. Saat itu, tahun 1914, ia bergabung dengan Sarekat Islam (SI) afdeeling Surabaya. Setahun kemudian, 1915, bertemu dengan Sneevliet dan diajak masuk ke Indische Sociaal-Democratische Vereeniging, organisasi sosial demokrat Hindia Belanda (ISDV) afdeeling Surabaya yang didirikan Sneevliet dan Vereeniging voor Spoor-en Tramwegpersoneel, serikat buruh kereta api dan trem (VSTP) afdeeling Surabaya. Pekerjaan di Staatsspoor akhirnya ditinggalkannya pada tahun 1916 sejalan dengan kepindahannya ke Semarang karena diangkat menjadi propagandis VSTP yang digaji. Penguasaan bahasa Belanda yang baik, terutama dalam membaca dan mendengarkan, minatnya untuk terus memperluas pengetahuan dengan belajar sendiri, hubungan yang cukup dekat dengan Sneevliet, merupakan faktor-faktor penting mengapa Semaoen dapat menempati posisi penting di kedua organisasi Belanda itu.

Di Semarang, ia juga menjadi redaktur surat kabar VSTP berbahasa Melayu, dan Sinar Djawa-Sinar Hindia, koran Sarekat Islam Semarang. Semaoen adalah figur termuda dalam organisasi. Di tahun belasan itu, ia dikenal sebagai jurnalis yang andal dan cerdas. Ia juga memiliki kejelian yang sering dipakai sebagai senjata ampuh dalam menyerang kebijakan-kebijakan kolonial.

Pada tahun 1918 dia juga menjadi anggota dewan pimpinan di Sarekat Islam (SI). Sebagai Ketua SI Semarang, Semaoen banyak terlibat dengan pemogokan buruh. Pemogokan terbesar dan sangat berhasil di awal tahun 1918 dilancarkan 300 pekerja industri furnitur. Pada tahun 1920, terjadi lagi pemogokan besar-besaran di kalangan buruh industri cetak yang melibatkan SI Semarang. Pemogokan ini berhasil memaksa majikan untuk menaikkan upah buruh sebesar 20 persen dan uang makan 10 persen.

Bersama-sama dengan Alimin dan Darsono, Semaoen mewujudkan cita-cita Sneevliet untuk memperbesar dan memperkuat gerakan komunis di Hindia Belanda. Sikap dan prinsip komunisme yang dianut Semaoen membuat renggang hubungannya dengan anggota SI lainnya. Pada 23 Mei 1920, Semaoen mengganti ISDV menjadi Partai Komunis Hindia. Tujuh bulan kemudian, namanya diubah menjadi Partai Komunis Indonesia dan Semaoen sebagai ketuanya.

PKI pada awalnya adalah bagian dari Sarekat Islam, tapi akibat perbedaan paham akhirnya membuat kedua kekuatan besar di SI ini berpisah pada bulan Oktober 1921. Pada akhir tahun itu juga dia meninggalkan Indonesia untuk pergi ke Moskow, dan Tan Malaka menggantikannya sebagai Ketua Umum. Setelah kembali ke Indonesia pada bulan Mei 1922, dia mendapatkan kembali posisi Ketua Umum dan mencoba untuk meraih pengaruhnya kembali di SI tetapi kurang berhasil.
Pengasingan
Pada tahun 1923, VSTP merencanakan demonstrasi besar-besaran dan langsung dihentikan oleh pemerintah kolonial Belanda, dan setelah itu Semaun diasingkan ke Belanda. Selama masa pengasingannya dia kembali ke Uni Sovyet, dimana dia tinggal disana lebih dari 30 tahun. Pada masa itu dia tetap menjadi aktivis tapi hanya dalam aksi-aksi terbatas, berbicara beberapa kali di Perhimpunan Indonesia, organisasi mahasiswa di Belanda pada masa itu. Dia juga sempat belajar di Universitas Tashkent untuk beberapa waktu.

Selama pembuangan ke Eropa, Semaoen aktif di Executive Committee of the Comintern, Komite Eksekutif Komunis Internasional (ECCI). Setelah beberapa tahun tinggal di Belanda, Semaoen lalu menetap di Uni Soviet dan menjadi warga negara di sana. Ia pernah bekerja sebagai pengajar bahasa Indonesia dan penyiar berbahasa Indonesia pada radio Moscow. Puncak "karirnya" adalah ketika diangkat oleh Stalin menjadi pimpinan Badan Perancang Negara (Gozplan) di Tajikistan.

Setelah masa pengasingannya dia kembali ke Indonesia, dan pindah ke Jakarta. Kepulangan Semaoen ke Indonesia pada tahun 1953 merupakan inisiatif Iwa Kusumasumantri. Semaoen, Iwa, dan Sekjen Partai Komunis Iran mengawini tiga putri kakak-adik yang saat itu bekerja dalam Comintern. Saat kembali ke Indonesia dalam usia setengah abad lebih, Semaoen telah terputus dari PKI, partai yang ia dirikan. Dari tahun 1959 sampai dengan tahun 1961 dia bekerja sebagai pegawai pemerintah. Dia juga mengajar mata kuliah ekonomi di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Referensi
  • Jarvis, Helen (1991). Notes and appendices for Tan Malaka, From Jail to Jail. Athens, Ohio: Ohio University Center for International Studies.
  • Kahin, George McT. (1952) Nationalism and revolution in Indonesia. Ithaca, New York:Cornell University Press.
  • Ricklefs, M.C. (2001) A history of modern Indonesia since c.1200 3rd ed. Stanford, California:Stanford University Press


HAROLD PINTER - TUHAN




Tuhan memandang ke dalam hatinya yang rahasia
Mencari sebuah kata
Untuk memberkati jemaah di bawah sana
Ia memandang dan terus memandang sebisanya
Dan manusia memohon agar para setan
Dibangkitkan kembali
Tetapi tak ada lagu yang terdengar dari ruangan itu
Ia merasa sungguh tersakiti
Ia tak mempunyai berkat untuk diberikan pada seorang pun.

1993


Kembali ke Biografi Harold Pinter

HAROLD PINTER - HANTU




Aku merasakan jemari-jemari lembut
Meraba tenggorokanku
Rasanya seperti seseorang yang mencekikku

Bibir yang kasar tetapi juga manis
Rasanya seperti seseorang yang menciumku

Tulang-tulangku seperti akan retak
Aku ternganga memandang sepasang mata
Milik entah siapa

Aku memandangnya serupa memandang wajah
Yang kukenal sebelumnya
Wajah yang begitu manis tetapi juga suram

Tanpa senyuman
Mata yang besar kulit yang putih

Aku tidak tersenyum aku tidak menangis
Aku angkat tanganku untuk menyentuh pipinya

1983


Kembali ke biografi Harold Pinter

HAROLD PINTER - PUISI




Cahaya berpijar
Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Malam susut
Hujan berhenti
Dan apa yang akan terjadi selanjutnya?

Malam akan semakin susut
Ia tak tahu
Apa yang akan aku katakan padanya

Ketika ia pergi
Aku akan mengatakan sesuatu
Yang tak akan terlupa olehnya
Dan mengatakan apa yang hampir
Aku katakan pada sebuah pertemuan
Yang baru akan terjadi yang mana sekarang
Telah terjadi.

Tetapi tak ada yang dikatakannya
ketika pertemuan itu baru akan terjadi
Baginya hal seperti ini hanya terjadi sekarang
dan tersenyum, lantas berbisik:
“Aku tak tahu
Apa yang akan terjadi selanjutnya.”

1981

Kembali ke biografi Harold Pinter



HAROLD PINTER - KEPADA ISTRIKU




Aku pernah mati dan kini aku hidup
Kaugenggam tanganku

Kau telah menyaksikan aku mati
Dan kautemukan hidupku

Kau adalah hidupku
Ketika aku mati

Kau adalah hidupku
Dan aku pun hidup

Juni 2004



Kembali ke biografi Harold Pinter

HAROLD PINTER - KEMATIAN MUNGKIN SEMAKIN TUA






Kematian mungkin semakin tua
Tetapi ia masih memiliki pengaruh

Kematian memperdayamu
Dengan cahayanya yang terang

Dan ia begitu lihai
Tak kamu ketahui seluruhnya

Di mana ia menunggumu
Menggoda hasratmu
Menguliti tubuh telanjangmu
Seraya kamu berdandan dengan rapi

Tapi kematian mengizinkanmu
Menyusun hari-harimu

Saat ia menghisap madu
Dari bunga-bunga kesayanganmu.

April 2005

Kembali ke biografi Harold Pinter


LAMENT FOR IGNACIO SANCHEZ MEJIAS: COGIDA AND DEATH





Spanish Language | English | Indonesian Version

At five in the afternoon.
It was just five in the afternoon.
A boy brought the white sheet
at five in the afternoon.
A basket of lime made ready
at five in the afternoon.
The rest was death and only death
at five in the afternoon.

The wind blew the cotton wool away
at five in the afternoon.
And oxide scattered nickel and glass
at five in the afternoon.
Now the dove and the leopard fight
at five in the afternoon.
And a thigh with a desolate horn
at five in the afternoon.
The bass-pipe sound began
at five in the afternoon.
The bells of arsenic, the smoke
at five in the afternoon.
Silent crowds on corners
at five in the afternoon.
And only the bull with risen heart!
at five in the afternoon.
When the snow-sweat appeared
at five in the afternoon.
when the arena was splashed with iodine
at five in the afternoon.
death laid its eggs in the wound
at five in the afternoon.
At five in the afternoon.
At just five in the afternoon.

A coffin on wheels for his bed
at five in the afternoon.
Bones and flutes sound in his ear
at five in the afternoon.
Now the bull bellows on his brow
at five in the afternoon.
The room glows with agony
at five in the afternoon.
Now out of distance gangrene comes
at five in the afternoon.
Trumpets of lilies for the green groin
at five in the afternoon.
Wounds burning like suns
at five in the afternoon,
and the people smashing windows
at five in the afternoon.
At five in the afternoon.
Ay, what a fearful five in the afternoon!
It was five on every clock!
It was five of a dark afternoon!


Kembali ke Biografi Federico García Lorca


LLANTO POR IGNACIO SANCHEZ MEJIAS: LA COGIDA Y LA MUERTE




Idioma Español | Inglés | Indonesian Version


A las cinco de la tarde.
Eran las cinco en punto de la tarde.
Un niño trajo la blanca sábana
a las cinco de la tarde.
Una espuerta de cal ya prevenida
a las cinco de la tarde.
Lo demás era muerte y sólo muerte
a las cinco de la tarde.

El viento se levó los algodones
a las cinco de la tarde.
Y el óxido sembró cristal y níquel
a las cinco de la tarde.
Ya luchan la paloma y el leopardo
a las cinco de la tarde.
Y un muslo con un asta desolada
a las cinco de la tarde.
Comenzaron los sones de bordón
a las cinco de la tarde.
Las campanas de arsénico y el humo
a las cinco de la tarde.
En las esquinas grupos de silencio
a las cinco de la tarde.
¡Y el toro solo corazón arriba!
a las cinco de la tarde.
Cuando el sudor de nieve fue llegando
a las cinco de la tarde
cuando la plaza se cubrió de yodo
a las cinco de la tarde,
la muerte puso huevos en la herida
a las cinco de la tarde.
A las cinco de la tarde.
A las cinco en Punto de la tarde.

Un ataúd con ruedas es la cama
a las cinco de la tarde.
Huesos y flautas suenan en su oído
a las cinco de la tarde.
El toro ya mugía por su frente
a las cinco de la tarde.
El cuarto se irisaba de agonía
a las cinco de la tarde.
A lo lejos ya viene la gangrena
a las cinco de la tarde.
Trompa de lirio por las verdes ingles
a las cinco de la tarde.
Las heridas quemaban como soles
a las cinco de la tarde,
y el gentío rompía las ventanas
a las cinco de la tarde.
A las cinco de la tarde.
¡Ay, qué terribles cinco de la tarde!
¡Eran las cinco en todos los relojes!
¡Eran las cinco en sombra de la tarde!


Kembali ke Biografi Federico García Lorca

RATAPAN UNTUK IGNACIO SANCHEZ MEJIAS: DITANDUK DAN MATI




Bahasa Asli Spanyol | Terjemahan Inggris | Versi Bahasa Indonesia



(versi Bahasa Indonesia diterjemahkan oleh Ahmad Yulden Erwin)





Pukul lima senja.
Saat itu pukul lima senja.
Seorang bocah lelaki pegang lembaran putih
pukul lima senja.
Sekeranjang kapur telah siap
pukul lima senja.
Sisanya kematian dan hanya kematian
pukul lima senja.

Angin dibebani kapas
pukul lima senja.
Dan taburan kristal oksida dan nikel
pukul lima senja.
Kami tembaki macan tutul dan merpati
pukul lima senja.
Dan paha dengan tanduk sepi
pukul lima senja.
Mereka gaungkan dengung
pukul lima senja.
Lonceng arsenik dan asap
pukul lima senja.
Rombongan sunyi di sudut-sudut
pukul lima senja.
Dan seekor banteng angkuh!
pukul lima senja.
Ketika keringat salju jatuh
pukul lima senja
ketika alun-alun ditutupi yodium
pukul lima senja,
Kematian bertelur pada luka
pukul lima senja.
Pukul lima senja.
Pada pukul lima senja.

Satu peti mati di atas roda adalah ranjangnya
pukul lima senja.
Tulang dan seruling bergema di telinganya
pukul lima senja.
Banteng itu mendengus di keningnya
pukul lima senja.
Ruangan itu sewarna duka
pukul lima senja.
Pelan-pelan gangren pun tiba
pukul lima senja.
Batang lily menanduk selangkang hijau
pukul lima senja.
Luka-luka terbakar seperti matahari
pukul lima senja,
dan kerumunan pecahkan jendela
pukul lima senja.
Pukul lima senja.
Oh, betapa ngeri pukul lima senja!
Ialah pukul lima pada semua jam!
Ialah pukul lima pada senja yang kelam!


Kembali ke Biografi Federico García Lorca


Puisi karya Federico García Lorca (1898 - 1936)

Biografi ini, saya unggah dari situs Wikipedia Berbahasa Indonesia, di situs itu menyebutkan bahwa, Federico García Lorca (lahir 5 Juni 1898 – meninggal 19 Agustus 1936 pada umur 38 tahun) adalah seorang penyair dan dramawan Spanyol, yang juga dikenang sebagai seorang pelukis, panis, dan komponis. Ia mewakili anggota Generasi '27, yang dibunuh oleh kaum partisan Nasionalis pada usia 38 tahun pada awal Perang Saudara Spanyol.

García Lorca dilahirkan dalam sebuah keluarga pemilik tanah yang kaya namun kurang penting, di desa Fuente Vaqueros, Granada. Ia adalah seorang anak yang cepat matang, meskipun hasil pelajarannya di sekolah tidaklah hebat. Pada 1909, ayahnya memindahkan keluarganya ke kota Granada, dan di sana ia menjadi sangat terlibat dalam kalangan para senimat setempat. Kumpulan puisinya yang pertama, Impresiones y paisajes, diterbitkan pada 1918 dan mendapatkan sambutan masyarakat setempat, namun secara komersial tidak banyak menghasilkan.

Hubungan-hubungan yang dijalinnya di Klub Seni Granada kelak menguntungkannya ketika ia pindah pada 1919 ke Residencia de estudiantes yang terkenal di Madrid. Di universitas ia bersahabat dengan Luis Buñuel dan Salvador Dalí, di antara banyak temannya yang lain yang sudah atau kelak menjadi seniman berpengaruh di Spanyol. Sebagian mengklaim bahwa ia menjalin hubungan cinta dengan Dalí, meskipun para kritik yang serius sangat meragukannya. Di Madrid ia bertemu dengan Gregorio Martínez Sierra, Direktur Teatro Eslava Madrid, dan dengan undangannya, ia menulis dan mementaskan dramanya yang pertama, "El maleficio de la mariposa", pada 1919-1920. Ini adalah sebuah drama puisi yang mendramatisasikan hubungan cinta yang tidak mungkin antara seekor kecoa dan seekor kupu-kupu, dengan peran pendukung dari serangga-serangga lainnya. Di luar panggung pementasan ini ditertawakan oleh para penonton yang tidak menghargainya, hanya setelah empat kali pertunjukan. Hal ini membuat García Lorca bersikap pahit terhadap publik penonton teater selama sisa hidupnya. Belakangan ia selalu mengklaim bahwa Mariana Pineda (1927) adalah dramanya yang pertama.

Selama beberapa tahun kemudian García Lorca menjadi semakin terlibat dalam seninya dan seni avant-garde Spanyol. Ia menerbitkan tiga lagi kumpulan puisinya termasuk Romancero Gitano (1928, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai 'Nyanyian orang-orang Gitana', 19.. (?) oleh Ramadhan KH), kumpulan puisinya yang terbaik, dan dramanya yang kedua, Mariana Pineda mendapatkan sambutan hangat di Barcelona pada 1927.

Namun, menjelang akhir 1920-an, García Lorca merasa menjadi korban depresi yang kian meningkat. Situasi ini diperparah oleh kecemasaannya karena ia semakin tidak dapat menyembunyikan homoseksualitasnya dari temanteman keluarganya. Dalam hal ini ia sangat dipengaruhi oleh sukses karyanya Romancero gitano, yang kian menambah—melalui pamor yang dihasilkannya—dikotomi kehidupannya yang menyakitkannya: ia terjebak antara pribadi seorang pengarang yang sukses, yang terpaksa ia pertahankannya di muka umum, dengan pribadinya yang tersiksa, yang hanya dapat diakuinya secara privat. García Lorca semakin terasing dari teman-teman terdekatnya, dan hal ini mencapai puncaknya ketika dua orang surealis Dalí dan Buñuel bekerja sama dalam film Un chien andalou ("An Andalusian Dog", 1929), yang ditafsirkan García Lorca, mungkin secara keliru, sebagai serangan keji terhadap dirinya. Pada saat yang sama, hubungannya yang sepihak dan sangat mendalam, namun fatal, dengan pematung, Emilio Aladrén mulai berantakan, karena Aladrén terlibat hubungan yang perempuan yang kelak menjadi istrinya. Ketika menyadari masalah-masalah ini (meskipun mungkin bukan sebab-sebabnya), keluarga García Lorca mengatur agar ia melakukan kunjungan panjang ke Amerika Serikat pada 1929-1930.

Masa tinggal García Lorca di Amerika, khususnya di New York— pengalamannya yang pertama dalam kehidupan dewasanya dengan masyarakat demokratis, meskipun ia menganggapnya sangat dipengaruhi oleh komersialisme dan penindasan sosial yang tidak resmi terhadap kelompok-kelompok minoritas—berfungsi sebagai pemicu bagi sebagian dari beberapa karyanya yang paling berani. Kumpulan puisinya, Poeta en Nueva York (Seorang Penyair di New York) menjelajahi keterasingan dan isolasinya melalui sejumlah teknik puitis yang sangat eksperimental, dan kedua dramanya Así que pasen cinco años (Ketika masa lima tahun berlalu) dan El público (Publik) jauh mendahului waktunya—, bahkan El público baru diterbitkan pada akhir 1970-an dan tidak pernah diterbitkan lengkap.

Kepulangannya ke Spanyol pada 1930 bertepatan dengan jatuhnya pemerintahan diktatur Primo de Rivera dan pembentukan kembali Republik Spanyol. Pada 1931, García Lorca ditunjuk sebagai Direktur kelompok teater mahasiswa yang disponsori pemerintah, La Barraca, yang ditugasi berkeliling Spanyol untuk memperkenalkan kepada penonton (yang umumnya di pedesaan) kepada teater 'klasik' Spanyol. Sementara berkeliling dengan La Barraca, García Lorca menulis drama-dramanya yang paling terkenal, 'trilogi desa' Bodas de sangre ("Perkawinan Darah"), Yerma dan La casa de Bernarda Alba ("Rumah Bernarda Alba"). Ia merumuskan teori-teorinya tentang penciptaan dan pertunjukan artistik dalam sebuah kuliah yang indah berjudul "Play dan Theory of the Duende," yang pertama kali disampaikan di Buenos Aires pada 1933. Di situ ia mengatakan bahwa seni tergantung pada kesadaran yang hidup akan kematian, hubungan dengan bumi, dan pengakuan akan keterbatasan-keterbatasan nalar.
 
Patung García Lorca di Plaza de Santa Ana, Madrid

Ketika perang pecah pada 1936, García Lorca meninggalkan Madrid dan pergi Granada, meskipun ia sadar bahwa ia hampir pasti akan menemui ajalnya di kota yang terkenal memiliki oligarkhi yang paling konservatif di Andalucía. García Lorca dan iparnya, yang juga adalah wali kota sosialis Granada, segera ditangkap. Ia dihukum mati, ditembak oleh kaum milisi Falange pada 19 Agustus 1936 dan dilemparkan ke dalam sebuah kubur tanpa tanda apapun di atau di antara Víznar dan Alfacar, dekat Granada. Ada kontroversi besar, yang serupa dengan kontroversi di sekitar pembunuhan John F. Kennedy, tentant motif dan rincian kematiannya. Arsip yang disusun atas permintaan Franco belum juga dimunculkan.

Rezim Franco sama sekali melarang karyanya dan larangan itu baru diangkat ketika pada 1953 karya García Lorca (yang disensor habis-habisan), Obras completas diterbitkan. Obras itu tidak mencakup Sonnets of Dark Love (Soneta cinta gelap) yang ditulisnya belakangan, pada November 1935 dan dipertunjukkan hanya untuk teman-teman dekatnya – tulisan-tulisan ini hilang hingga 1983/4 ketika akhirnya diterbitkan. Baru setelah kematian Franco pada 1975 kehidupan dan kematian García Lorca dapat didiskusikan secara terbuka di Spanyol.

Pada 1986, terjemahan puisi García Lorca "Pequeño vals vienés" (Watlz Wina kecil) oleh Leonard Cohen dalam bahasa Inggris menduduki peringkat pertama dalam tangga lagu Spanyol (sebagai "Take This Waltz", musik oleh Cohen).

Kini, García Lorca dihormati dalam bentuk sebuah patung yang ditempatkan secara menonjol di Plaza de Santa Ana, Madrid. Filsuf politik David Crocker melaporkan bahwa "patung itu, setidak-tidaknya, masih merupakan lambang dari masa lalu yang diperdebatkan: setiap hari, kaum Kiri meletakkan sebuah sapu tangan di leher patung itu, dan seseorang dari golongan Kanan kemudian datang dan menyingkirkannya.”
 
Berikut ini adalah karya-karyanya yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, oleh beberapa penulis. Selamat membaca.
  1. RATAPAN UNTUK IGNACIO SANCHEZ MEJIAS: DITANDUK DAN MATI (Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Ahmad Yulden Erwin)

Minggu, 17 Maret 2013

Biografi Nabi Muhammad SAW

Mengenal Nabi Muhammad Saw, adalah salah satu cara untuk mencintai beliau dan Allah SWT, maka biografinya sangat perlu ditampilkan dan wajib di blog saya ini.

Berikut ini adalah biografi beliau yang saya unggah dari situs kolom-biografi.blogspot.com. Selamat membaca dan mencintai Rosullullah Saw.

Nabi Muhammad saw berasal dari kabilah Quraisy, tepatnya keturunan Hasyim. Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, cucu Hasyim. Ibunda beliau adalah Aminah binti Wahb yang berasal dari keturunan Bani Zuhrah, salah satu kabilah Quraisy.

Setelah menikah, Abdullah melakukan pepergian ke Syam. Ketika pulang dari pepergian itu, ia wafat di Madinah dan dikuburkan di kota itu juga.

Setelah beberapa bulan dari wafatnya sang ayah berlalu, Nabi pamungkas para nabi lahir di bulan Rabi’ul Awal, tahun 571 Masehi di Makkah, dan dengan kelahirannya itu, dunia menjadi terang-benderang. Sesuai dengan kebiasaan para bangsawan Makkah, ibundanya menyerahkan Muhammad kecil kepada Halimah Sa’diyah dari kabilah Bani Sa’d untuk disusui. Beliau tinggal di rumah Halimah selama empat tahun. Setelah itu, sang ibu mengambilnya kembali.

Dengan tujuan untuk berkunjung ke kerabat ayahnya di Madinah, sang ibunda membawanya pergi ke Madinah. Dalam perjalanan pulang ke Makkah, ibundanya wafat dan dikebumikan di Abwa`, sebuah daerah yang terletak antara Makkah dan Madinah. Setelah ibunda beliau wafat, secara bergantian, kakek dan paman beliau, Abdul Muthalib dan Abu Thalib memelihara beliau. Pada usia dua puluh lima tahun, beliau menikah dengan Khadijah yang waktu itu sudah berusia empat puluh tahun. Beliau menjalani hidup bersamanya selama dua puluh lima tahun hingga ia wafat pada usia enam puluh lima tahun.

Pada usia empat puluh tahun, beliau diutus menjadi nabi oleh Allah. Ia mewahyukan kepada beliau al-Quran yang seluruh manusia dan jin tidak mampu untuk menandinginya. Ia menamakan beliau sebagai pamungkas para nabi dan memujinya karena kemuliaan akhlaknya.

Beliau hidup di dunia ini selama enam puluh tiga tahun. Menurut pendapat masyhur, beliau wafat pada hari Senin bulan Shafar 11 Hijriah di Madinah.
Bukti Kenabian Rasulullah saw

Secara global, kenabian seorang nabi dapat diketahui melalui tiga jalan:

1. Pengakuan sebagai nabi.
2. Kelayakan menjadi nabi.
3. Mukjizat.

Pengakuan Sebagai Nabi

Telah diketahui oleh setiap orang bahwa Rasulullah saw telah mengaku sebagai nabi di Makkah pada tahun 611 M., masa di mana syirik, penyembahan berhala dan api telah menguasai seluruh dunia. Hingga akhir usia, beliau selalu mengajak umat manusia untuk memeluk agama Islam, dan sangat banyak sekali di antara mereka yang mengikuti ajakan beliau itu.

Kelayakan Menjadi Nabi

Maksud asumsi di atas adalah seorang yang mengaku menjadi nabi harus memiliki akhlak dan seluruh etika yang terpuji, dari sisi kesempurnaan jiwa harus orang yang paling utama, tinggi dan sempurna, dan terbebaskan dari segala karakterisitik yang tidak terpuji. Semua itu telah dimiliki oleh Rasulullah saw. Musuh dan teman memuji beliau karena akhlaknya, memberitakan sifat-sifat sempurna dan kelakuan terpujinya dan membebaskannya dari setiap karakterisitik yang buruk.

Kesimpulannya, akhlak beliau yang mulia, tata krama beliau yang terpuji, perubahan dan revolusi yang beliau cetuskan di seanterao dunia, khususnya di Hijaz dan jazirah Arab, dan sabda-sabda beliau yang mulia berkenaan dengan tauhid, sifat-sifat Allah, hukum halal dan haram, serta nasihat-nasihat beliau telah membuktikan kelayakan beliau untuk menduduki kursi kenabian, dan setiap orang yang insaf tidak akan meragukan semua itu.
Mukjizat

Mukjizat dapat disimpulkan dalam lima hal:

1. Mukjizat akhlak.
2. Mukjizat ilmiah.
3. Mukjizat amaliah.
4. Mukjizat maknawiyah.
5. Mukjizat keturunan.

Mukjizat Akhlak

Sejak masa muda, Nabi Muhammad saw telah dikenal dengan kejujuran, amanat, kesabaran, ketegaran, dan kedermawanan. Dalam kesabaran dan kerendahan diri beliau tidak memiliki sekutu dan dalam kemanisan etika beliau tak tertandingi. “Sesungguhnya engkau berada di puncak akhlak yang agung.” Dalam memaafkan, beliau tak ada taranya. Ketika mendapatkan gangguan dan cemoohan masyarakatnya, beliau hanya berkata اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ “Ya Allah, ampunilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui.”Beliau selalu mengharapkan kebaikan seluruh umat manusia, penyayang dan belas-kasih terhadap mereka. “Ia belas-kasih dan pengasih terhadap Mukminin.”





Beliau tidak pernah menyembunyikan keceriaan wajah terhadap para sahabat dan selalu mencari berita tentang kondisi mereka. Beliau selalu memberikan tempat khusus kepada orang-orang baik di sisi beliau. Orang yang paling utama di sisi beliau adalah orang yang dikenal dengan kebajikanya terhadap Muslimin dan orang yang termulia adalah orang yang lebih bertindak toleran dan tolong-menolong terhadap umat Islam. Beliau tida pernah duduk dan bangun (dari duduk) kecuali dengan menyebut nama Allah dan mayoritasnya, beliau duduk menghadap ke arah Kiblat. Beliau tidak pernah menentukan tempat duduk khusus bagi dirinya. Beliau memperlakukan masyarakat sedemikian rupa sehingga mereka merasa dirinya adalah orang termulia di sisi beliau. Beliau tidak banyak berbiacara dan tidak pernah memotong pembicaraan seseorang kecuali ia berbicara kebatilan.

Beliau tidak pernah mencela dan mencerca seseorang. Beliau tidak pernah mencari-cari kesalahan orang lain. Budi pelerti beliau yang menyeluruh telah meliputi seluruh umat manusia. Beliau selalu sabar menghadapi perangai buruk bangsa Arab dan orang-orang yang asing bagi beliau. Beliau selalu duduk di atas tanah dan duduk bersama orang-orang miskin serta makan bersama mereka. Dalam makan dan berpakaian, beliau tidak pernah melebihi rakyat biasa. Setiap berjumpa dengan seseorang, beliau selalu memulai mengucapkan salam dan berjabat tangan dengannya. Beliau tidak pernah mengizinkan siapa pun berdiri (untuk menghormati)nya. Beliau selalu menghormati orang-orang berilmu dan berakhlak mulia. Dibandingkan dengan yang lain, beliau lebih bijaksana, sabar, adil, berani dan pengasih. Beliau selalu menghormati orang-orang tua, menyayangi anak-anak kecil dan membantu orang-orang yang terlantar. Sebisa mungkin, beliau tidak pernah makan sendirian. Ketika beliau meninggal dunia, beliau tidak meninggalkan sekeping Dinar dan Dirham pun.

Keberanian beliau sangat terkenal sehingga Imam Ali as pernah berkata: “Ketika perang mulai memanas, kami berlindung kepada beliau.”

Rasa memaafkan beliau sangat besar. Ketika berhasil membebaskan Makkah, beliau memegang pintu Ka’bah seraya bersabda (kepada musyrikin Makkah): “Apa yang kalian katakan dan sangka sekarang?” Mereka menjawab: “Kami mengatakan dan menyangka kebaikan (terhadapmu). Engkau adalah seorang pemurah dan putra seorang pemurah. Engkau telah berhasil berkuasa terhadap kami. Engkau pasti mampu melakukan apa yang kau inginkan.” Mendengar pengakuan mereka ini, hati beliau tersentuh dan menangis. Ketika penduduk Makkah melihat kejadian itu, mereka pun turut menangis. Setelah itu beliau bersabda: “Aku mengatakan seperti apa yang pernah dikatakan oleh saudaraku Yusuf bahwa ‘Tiada cercaan bagi kalian pada hari ini. Allah akan mengampuni kalian, dan Ia adalah Lebih Pengasih dari para pengasih’.” (QS. Yusuf: 92) Beliau memaafkan seluruh kriminalitas dan kejahatan yang pernah mereka lakukan seraya mengucapkan sabda beliau yang spektakuler: “Pergilah! Kalian bebas.”

Mukjizat Ilmiah

Dengan merujuk kepada buku-buku yang memuat sabda, pidato dan nasihat-nasihat beliau secara panjang lebar, mukjizat ilmiah beliau ini dapat dipahami dengan jelas.

Mukjizat Amaliah

Dapat diakui bahwa seluruh perilaku beliau dari sejak lahir hingga wafat adalah sebuah mukjizat. Dengan sedikit merenungkan kondisi dan karakteristik masyarakat Hijaz, khususnya masyarakat kala itu, kemukjizatan seluruh perilaku beliau akan jelas bagi kita. Beliau bak sebuah bunga yang tumbuh di ladang duri. Beliau tidak hanya tidak terpengaruh oleh karakteristik duri-duri itu, bahkan beliau berhasil merubahnya. Beliau tidak hanya terpengaruh oleh kondisi kehidupan masyarakat kala itu, bahkan beliau berhasil mempengaruhi gaya hidup mereka.

Dalam kurun waktu dua puluh tiga tahun, beliau telah berhasil melakukan empat pekerjaan besar dan fundamental meskipun banyak aral melintang dan problema yang melilit. Masing-masing pekerjaan itu dalam kondisi normal semestinya memerlukan usaha bertahun-tahun untuk dapat tegak berdiri sepanjang masa. Keempat pekerjaan besar itu adalah sebagai berikut:

Pertama, berbeda dengan agama-agama yang sedang berlaku pada masa beliau, beliau mendirikan sebuah agama baru yang bersifat Ilahi. Beliau telah berhasil menciptakan banyak orang beriman kepada agama tersebut sehingga sampai sekarang pun pengaruh spiritual beliau masih kuat tertanam di dalam lubuk hati ratusan juta pengikutnya. Menjadikan seseorang taat adalah sebuah pekerjaan yang mudah. Akan tetapi, menundukkan hati masyarakat, itu pun sebuah masyarakat fanatis dan bodoh tanpa syarat dan menjadikan mereka taat dari lubuk hati bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.

Kedua, dari kabilah-kabilah berpecah-belah yang selalu saling bermusuhan dan memiliki hobi berperang, beliau berhasil sebuah umat yang satu dan menjalin persaudaraan, persamaan, kebebasan dan kesatun kalimat dalam arti yang sebenarnya di antara mereka. Setelah beberapa tahun berlalu, beliau berhasil membentuk sebuah umat yang bernama umat Muhammad saw. Hingga sekarang umat ini masih eksis dan terus bertambah.

Ketiga, di tengah-tengah kabilah yang berpecah-belah, masing-masing memiliki seorang pemimpin, biasa melakukan pekerjaan secara tersendiri dan tidak pernah memiliki sebuah pemerintahan yang terpusat itu, beliau berhasil membentuk sebuah pemerintahan yang berlandaskan kepada kebebasan dan kemerdekaan yang sempurna. Dari sisi kekuatan dan kemampuan, pemerintahan ini pernah menjadi satu-satunya pemerintahan mutlak di dunia setelah satu abad berlalu.

Beliau pernah menulis enam surat dalam satu hari kepada para raja penguasa masa itu dan mengajak mereka untuk memeluk Islam, raja-raja yang menganggap diri mereka berada di puncak kekuatan dan meremehkan kaum Arab.

Ketika surat beliau sampai ke tangan raja Iran dan melihat nama beliau disebutkan di atas namanya, ia marah seraya memerintahkan para suruhannya untuk pergi ke Madinah dan membawa Muhammad ke hadapannya.

Ya! Para raja itu berpikir bahwa bangsa Arab adalah sebuah bangsa yang tidak akan menunjukkan reaksi apa pun di hadapan pasukan kecil seperti bala tentara Habasyah. Bahkan, mereka akan lari tunggang-langgang meninggalkan Makkah dan kehidupan mereka, serta berlindung ke gunung-gunung. Mereka tidak dapat memahami bahwa bangsa Arab telah memiliki seorang pemimpin Ilahi dan mereka bukanlah bangsa Arab yang dulu lagi.

Keempat, dalam kurun waktu dua puluh tiga tahun, beliau telah menetapkan dan menunjukkan sederetan undang-undang yang mencakup seluruh kebutuhan umat manusia. Undang-undang ini akan tetap kekal hingga hari Kiamat, dan mempraktikkannya dapat mendatangkan kebahagiaan umat manusia. Undang-undang ini tidak akan pernah layu. “Kehalalan Muhammad adalah halal selamanya hingga hari Kiamat dan keharamannya adalah haram selamanya hingga hari Kiamat.”[1] Undang-undang ini akan selamanya hidup kekal. Di hauzah-hauzah ilmiah selalu dibahas dan didiskusikan oleh para fuqaha besar dalam sebuah obyek pembahasan fiqih, Furu’uddin dan kewajiban amaliah.

Mukjizat Ma’nawiyah

Mukjizat abadi beliau adalah al-Quran yang telah turun kepada beliau dalam kurun waktu dua puluh tiga tahun, dan dari sejak saat itu hingga sekarang selalu mendapatkan perhatian dan penelaahan dari berbagai segi oleh seluruh masyarakat dunia. Kitab ini berhasil membangkitkan rasa heran para ilmuan dan sepanjang masa masih memiliki kekokohan dan kedudukannya yang mulia. Kitab ini terselamatkan dari segala bentuk tahrif, pengurangan dan penambahan. Ratusan tafsir dan buku tentang hakikat arti dan kosa katanya telah ditulis. Allah telah menjamin keterjagaannya dalam firman-Nya:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ
“Kami-lah yang telah menurunkan al-Quran ini dan Kami pulalah yang akan menjaganya.”

Mukjizat Keturunan

Salah satu mukjizat beliau yang lain adalah keturunan suci beliau yang terjaga dari dosa. Hanya kedudukan tinggi kenabianlah yang mampu menghaturkan putri-putri dan para imam ma’shum seperti ini kepada masyarakat. Seseorang yang sadar dengan memperhatikan ilmu, kehidupan, ucapan dan perilaku Ahlubait as akan mengakui bahwa setiap dari mereka, sebagaimana al-Quran, adalah dalil tersendiri atas kenabian Rasulullah saw. Seandainya tidak ada dalil lain untuk membuktikan kenabian Rasulullah saw kecuali keberadaan keturunan semacam itu, hal itu sudah mencukupi dan hujjah sudah sempurna. Pembahasan panjang-lebar tentang masalah ini tidak relevan untuk kesempatan pendek ini.

KARAKTER DAN KEUTAMAAN RASULLULLAH SAW

Salah satu karekter rasulullah saw yang paling menonjol adalah kemenangan tidak menjaga kan dia bangga hal ini bisa kita lihat diperang badar dan pembebasan kita makkah(fathu makkah) dan kekalahan tidak membuat dia putus asa dapat kita lihat pristiwa perang uhud bahkan dengan cekatan is mempersiapkan pasukan baru untuk menghadapi hamru"ul asad dan pengingkari perjanjian yang dilakukan kaum yahudi bani quraizah ,dan kewaspadaan beliau,selalu mengedek kekuatan musuh dengan teliti dan mempersiapkan segalanya.

Dia memperlakukan kaum dan pengikutnya dengan tujuan mempererat silaturrahmi dan selalu menamamkan rasa percaya diri dalam mereka is selalu mengasihi anak anak kecil dan mengayomi mereka.berbuat baik dengan fakir miskin dan terhadap hewan dia selalu menanamkan rasa kasih sayang dan melarang untuk menyakiti binatang.

Salah satu contoh rasa prikemanusian rasul saw adalah ketika mengutus pasukan untuk berperang dengan musuh dia selalu berpesan tidak boleh menyerang kaum sipil,dia lebih memilih damai terhadap musuh dari pada berperang ketika berperang dia berpesan tidak boleh membunuh lanjut usia anak kecil perempuan dan mengniaya musuh yang sudah tidak berdaya.

Ketika kaum quraisi minta suaka politik kepadanya ia tidak memberlakukan baikot ekonomi bahkan ia menyepakati import gandum dari yaman. Ia juga menyerukan realisasikan sebuah perdamaian dunia dan melarang peperanga kecuali hal yang darurat

USAHA RASUL SAW DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT &BERPRIKEMANUSIAN

Kedatangan rasul adalah sebuah rahmat bagi manusia semuanya is tidak pernah membedakan seseorang pun baik itu kulit putih atau kulit hitam dan dari suku bangsa mana,karma semua manusia itu makan dari rizki allah yang diberikan allah
Rasul saw mengajak manusia untuk
  1. meningkatkan harkat martabat manusia ia bersabda semua manusia berasil dari adam dan ia berasal dari tanah
  2. mengajak damai sebelum perang
  3. memaafkan sebelom membalas
  4. mempermudah seseorang sebelom membalas perbuatan.
dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa peperangan yang dilaksanakan bertujuan untuk merealisasikan tujuan tujuan insani yang agung dan menuju kepada tatanan masyarakat yang berprikemanusian

ia telah membuktikan bahwa dirinya adalah sebuah rahmat bagi manusia dan alam semesta peristiwa itu bisa dilihat dari pembebasan kota makkah dangan segala kemenangan yang telah digapai saat itu ia tetap berbuat baik dengan musuh dan enggan untuk membalas dendam padahal ia dapat melaksanakan ia pernah memaafkan mereka dengan sabda"pergilah kalian karma kalian sekarang sudah bebas pada waktu perang dzatur riqa dia berasil menangkap pemimpin gauts bin al harits yang berusaha beberapa kali membunuh beliau akan tetapi tetap dimaafkan

rasul memperlakukan tawanan perang dengan baik ,ia telah membebaskan seorang tawanan perang dengan tangan dia sendiri disaat ia mendengar keluhan rasa sakit tangannya diikat.

RASUL SEBAGAI PANGLIMA PERANG
Kita bisa lihat keberasilan beliau dalam memenangkan peperangan dan menciptakan perdamaian dan mengujudkan manusia yang berakhlak dan memimpin pasukan dengan gagah berani

TATA KRAMA BERGAUL
Beliau tidak pernah sombong dalam pergaulan selalu tersenyum berbuat baik sesame manusia selalu menyenguk orang sakit tidak pernah memotong pembicaraan lawan tidak pernah mengangap dirinya mulia dari teman yang diajak bicara.Masih banyak lagi sipat2 rasul yang kita bisa dapat teladani.. mudah2an kita bisa dapat meniru akhlak rasulullah amin....

Detik-detik Sakaratul Maut Rasulullah SAW

Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah SWT melalui kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya. Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.

“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.

“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.

Fatimah menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya.

“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan.

Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.

Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka.

“Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling.

Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah.

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya. Seperti Allah dan Rasul mencintai kita semua. mudah mudahan kita berusaha untuk bisa menjadikan nabi muhammad sebagai huswatun hasanah dalam kehidupan kita amin

Referensi :

www.zainurie.wordpress.com
www.masjid.phpbb24.com
www.kaskus.us/showthread.php?t=7341229


Biografi ini diunggah dari situs: kolom-biografi.blogspot.com




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...