Yang Muncul di Akhir Desember



Tukang Kayu dan Penyair


      Ada yang memaku kayu. Dentaman demi dentaman turut pula menghantam
kepalaku. Tapi ia tetap memukul-mukulkan palunya ke kayu itu.
      Aku berdarah, tapi darahku bening embun. Ia datangi embun di kepalaku.
Diseruputnya.
      Tukang kayu itu kembali setelah melepas hausnya. Kemudian ia pukul lagi
sebuah kayu dan menyeruput lagi.
      “terima kasih!” katanya dan aku terdiam. mataku 2 sumber mata air pegunungan. Ia pun meminumnya dari mataku.

(Kedaton, 2008)

Comments

Post a Comment

Popular Posts