Translate

Senin, 09 Mei 2011

Edith Piaf


Pada 1935, Édith ditemukan oleh pemiliki kelab malam Louis Leplée, yang kelabnya sering dikunjungi oleh orang-orang dari kelas atas maupun bawah. Ia membujuknya untuk menyanyi meskipun ia seorang yang sangat gugup. Ditambah lagi dengan tingginya yang hanya 142 cm, Leplée terdorogn untuk memberikannya nama julukan yang kemudian melekat dengan dirinya hingga akhir hayatnya dan menjai nama panggungnya: La Môme Piaf (Si Burung Gereja Kecil). Rekamannya yang pertama diterbitkan pada tahun yang sama. Tak lama kemudian, Leplée dibunuh dan Piaf dituduh sebagai salah seorang pelakunya; Piaf kemudian dibebaskan.

Pada 1940, Jean Cocteau menulis drama yang sukses Le Bel Indifférent untuk diperankan Piaf. Ia mulai berkenalan dengan orang-orang terkenal, seperti aktor Maurice Chevalier dan penyair Jacques Borgeat. Piaf menulis kata-kata dari banyak lagunya, dan bekerja sama dengan para komponisnya dalam menyusun iramanya.

Lagunya yang paling terkenal, "La vie en rose" (yang dipilih untuk Grammy Hall of Fame Award pada 1998) dikarang di tengah-tengah pendudukan Jerman di Paris pada Perang Dunia II. Pada masa ini, ia banyak diminta menyanyi dan sangat sukses. Bernyanyi untuk perwira-perwira Jerman yang berpangkat tinggi di One Two Club menyebabkan Piaf mendapatkan hak untuk berfoto dengan tahanan-tahanan perang Perancis, yang jelas dilakukannya sebagai usaha untuk meningkatkan moril mereka. Setelah memiliki foto-foto mereka bersama seorang selebriti, para tahanan itu kemudian dapat menggunting foto-foto mereka sendiri dan menggunakannya dalam dokumen-dokumen palsu sebagai bagian dari rencana-rencana pelarian mereka. Kini keterlibatan Piaf dengan gerakan Perlawanan Perancis diketahui luas, dan banyak orang berutang nyawa kepadanya. Setelah perang, ia mengadakan tur berkeliling Eropa, Amerika Serikat], dan Amerika Selatan, dan menjadi tokoh yang terkenal did unia internasional. Ia sangat populer di AS sehingga ia muncul delapan kali dalam Ed Sullivan Show dan dua kali di Carnegie Hall (1956 dan 1957). Ia menolong mengembangkan karier Charles Aznavour, membawanya dalam tur bersamanya di Perancis dan Amerika Serikat.

Orang yang dicintai Piaf dalam hidupnya, petinju Marcel Cerdan, meninggal pada 1949. Piaf menikah dua kali. Suaminya yang pertama adalah Jacques Pills, seorang penyanyi; mereka menikah pada 1952 dan bercerai pada 1956. suaminya yang kedua, Théo Sarapo, adalah seorang penata rambut yang kemudian menjadi penyanyi dan aktor, dan berusia 20 tahun lebih muda dari Piaf. Mereka menikah pada 1962.


Pada 1951 Piaf mengalami kecelakaan mobil, dan sejak itu ia mengalami kesulitan untuk meninggalkan kebiasaannya menggunakan morfin.

Gedung konser Paris Olympia yang terkenal adalah tempat di mana Piaf mencapai puncak kemasyhurannya setelah ia memberikan serangkaian resitalnya di sana dari Januari 1955 hingga Oktober 1962. Cuplikan-cuplikan dari lima resital ini (1955, 1956, 1958, 1961, 1962) diterbitkan dalam piringan hitam dan CD dan selalu dicetak ulang. Pada April 1963, Piaf merekam lagunya yang terakhir "L'homme de Berlin". Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...